Jumat, 10 Agustus 2012

Fetishism / Fetisme

Pengertian
Fetishism / Fetishme adalah sebuah hasrat seksual terdahap suatu bagian tubuh, objek, atau kegiatan / gerakan pada tubuh. Ini merupakan sebuah "penyakit" psikologi yg membuat penderita fetishism (Fetishist) terobsesi pada bagian tubuh / objek / gerakan, mencintai hanya bagian tubuh itu, dan peningkatan hasrat seksual pada bagian bagian tertentu itu. Misalnya :
  1. Bagian Tubuh : Mata, Hidung, Bibir, Ketiak, Pusar, dll
  2. Objek Pada Tubuh : kacamata, stocking, lingerine, korset, behel, dll
  3. Gerakan Atau Kegiatan : mengibas rambut, berkeringat, anal, dll
Kenapa disebut dengan penyakit, karena penderita fetishism ini tidak akan tertarik selain objek dari fetish-nya itu sendiri (biasa disebut partialism). Misalnya seseorang Fetishist tertarik pada mata seorang wanita, dia tidak akan peduli bila wanita itu berwajah monster, cacat, atau yg lain. Bagi dia, mata wanita itu, sempurna.

Penyebab Fetishism / Fetishme
Menurut beberapa ahli kejiwaan. Hasrat fetish bisa timbul karena pengalaman traumatic dari penderita, misalnya salah satu orang yg sangat dia sayang meninggal, dan beberapa tahun kemudian dia bertemu seseorang yg memiliki bibir yg sama dengan orang yg dia sayang itu. Namun, banyak juga yg mengatakan bahwa fetishme itu muncul karena adanya faktor alami dari otak si penderita yg mengingat terus menerus bagian / objek / kegiatan orang yg disayanginnya. Misalnya, anda sedang rindu dengan kekasih anda, anda membayangkannya dalam pikiran anda. Anda selalu ingat saat dia tersenyum, tertawa, berjalan, dan akhirnya lama kelamaan berubah menjadi sebuah fetisism.

Tingkatan Fetishism / Fetisme
Ada lima tingkatan Fetishist dilihat dari tindakan atau seberapa jauh hasrat Fetishist kepada parts / objek / kegiatan yg dicintainya, berikut :

1. Tingkat I : Pemuja (Desires)
Ini adalah tahap awal. Tidak terlalu terpengaruh atau fetish tidak terlalu mengganggu pikiran seseorang. Contohnya adalah saat seorang pria mengidamkan wanita dengan payudara yg besar, rambut pirang, atau berbibir tipis. Namun bila pria ini tidak mendapatkan wanita yg diimpikannya itu, dia tidak akan terlalu mempermasalahkannya dan hubungan seksual dengan wanita itu tetap berjalan normal.

2. Tingkat II : Pecandu (Cravers)
Ini adalah tingkatan lanjutan dari tingkat awal. Saat seseorang Fetishist telah mencapai tahap ini, psikologi orang ini akan membuat dirinya "amat membutuhkan" pasangan dengan fetish tertentu yg didambakannya. Bila hal itu tidak dapat terpenuhi, akan mengganggu hubungan seksual orang ini, misalnya hilang hasrat seksual atau tidak tercapainya organsme / climaks.

3. Tingkat III : Fetishist Tingkat Menengah
Ini termasuk tingkat yg berbahaya, Fetishist akan melakukan apapun demi mendapakan fetish yg dia inginkan dengan menculik, menyiksa, atau hal2 sadis lainnya. Hasrat seksual Fetishist ini hanya akan terlampiaskan dengan seseorang yg memiliki bagian yg dia inginkan TIDAK PEDULI ITU LAWAN JENIS ATAUPUN SEJENIS

4. Tingkat IV : Fetishist Tingkat Tinggi
Lebih sadis dari tingkat III, pada tingkat ini seseorang TIDAK AKAN PEDULI DENGAN HAL LAIN DILUAR FETISH-Nya. Misal Fetish seseorang adalah stocking wanita, maka dia tidak membutuhkan wanita itu, hanya stockingnya saja . Dan yg lebih parah adalah bila Fetish seseorang adalah bagian tubuh, dia hanya membutuhkan bagian tubuh orang itu saja dan tidak peduli dengan orang yg memiliki bagian tubuh itu sendiri, OMG parah dah .

5. Tingkat V : Fetishistic Murderers
Singkat kata, yang ini mah udah parah banget. Rela membunuh, memutilasi, demi mendapatkan fetish yang dia inginkan.

0 komentar:

Poskan Komentar